Panduan Adaptasi Kurikulum Sekolah Selama Ramadan: Menjaga Stamina dan Ibadah
TIMES Magelang/Ilustrasi panduan kegiatan selama bulan Ramadhan. (FOTO: Ai TIMES Indonesia)

Panduan Adaptasi Kurikulum Sekolah Selama Ramadan: Menjaga Stamina dan Ibadah

Bulan suci Ramadan bukan hanya menjadi momen peningkatan ibadah secara personal, namun juga membawa

TIMES Magelang,Sabtu 14 Februari 2026, 13:55 WIB
1.1K
H
Hermanto

MAGELANGBulan suci Ramadan bukan hanya menjadi momen peningkatan ibadah secara personal, namun juga membawa perubahan signifikan dalam ritme kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan pendidikan.

Untuk memastikan hak pendidikan siswa tetap terpenuhi tanpa mengesampingkan kekhusyukan ibadah, diperlukan penyesuaian kebijakan pendidikan yang strategis.

Melansir dari Ruang Ajar Guru, berikut panduan terbarunya. Terdapat tiga pilar utama dalam adaptasi kegiatan belajar mengajar selama bulan Ramadan guna menciptakan ekosistem sekolah yang inklusif dan produktif.

1. Penyesuaian Waktu Operasional (Shift Jam Masuk)
Salah satu tantangan terbesar siswa selama berpuasa adalah perubahan siklus tidur akibat aktivitas sahur dan ibadah malam (seperti Shalat Tarawih). Oleh karena itu, jam masuk sekolah diinstruksikan untuk dimundurkan.

Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan waktu istirahat yang cukup bagi siswa dan tenaga pendidik setelah menjalankan rangkaian ibadah malam, sehingga mereka tetap bugar dan fokus saat memulai pelajaran di pagi hari.

2. Efisiensi Durasi Jam Pelajaran (JPL)
Selama berpuasa, kondisi fisik siswa cenderung mengalami penurunan energi akibat tidak adanya asupan nutrisi di siang hari. Untuk mengantisipasi dehidrasi dan kelelahan berlebih, dilakukan Reduksi Durasi Jam Pelajaran (JPL).

Setiap jam pelajaran yang semula berdurasi 45 menit, kini dipangkas menjadi 35 menit (dikurangi minimal 10 menit).

Pengurangan ini memastikan bahwa materi esensial tetap tersampaikan tanpa membebani stamina fisik siswa.

Guru diharapkan dapat lebih kreatif dalam menyusun materi yang padat namun mudah dipahami dalam waktu yang lebih singkat.

3. Implementasi Kurikulum Berbasis Karakter Religius.
Ramadan adalah momentum emas untuk penguatan karakter.

Sekolah diwajibkan menyusun jadwal kegiatan non-akademik yang berfokus pada nilai-nilai spiritual. Beberapa kegiatan yang direkomendasikan antara lain:

Tadarus Al-Qur'an. Dilaksanakan bersama secara rutin di pagi hari untuk memulai hari dengan keberkahan.

Shalat Dhuha Berjamaah. Melatih kedisiplinan dan spiritualitas siswa di sela-sela jam pelajaran.

Pesantren Kilat.
Program intensif untuk mendalami ilmu agama dengan cara yang menyenangkan.

Tips Tambahan: Menjaga Produktivitas di Sekolah
Selain penyesuaian kurikulum, pihak sekolah juga disarankan untuk meminimalkan aktivitas fisik yang berat (seperti olahraga berat di lapangan terbuka) dan mengalihkan metode pembelajaran ke arah diskusi yang interaktif atau penggunaan media digital yang menarik.

Dengan integrasi yang tepat antara penyesuaian jam operasional, efisiensi waktu, dan penguatan karakter, kualitas pendidikan di bulan Ramadan tetap terjaga.

Siswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan terjaga kesehatan fisiknya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Hermanto
|
Editor:Ferry Agusta Satrio

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Magelang, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.