Menbud Fadli Zon: Borobudur Bukan Sekadar Monumen, Tapi Living Heritage yang Harus Direalisasikan
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, meninjau Vihara Mendut yang berada dalam satu kawasan dengan Candi Mendut. (Foto: ANTARA/HO-Kementerian Kebudayaan)

Menbud Fadli Zon: Borobudur Bukan Sekadar Monumen, Tapi Living Heritage yang Harus Direalisasikan

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendorong penguatan Candi Borobudur sebagai living heritage. Dalam kunjungan ke Vihara Mendut jelang Waisak 2026, Menbud menekankan pentingnya pelestarian nilai spiritual dan budaya bangsa.

TIMES Magelang,Minggu 3 Mei 2026, 22:21 WIB
410
A
Antara

MagelangMenteri Kebudayaan (Menbud) Republik Indonesia, Fadli Zon, mendorong penguatan komitmen untuk menjadikan Candi Borobudur sebagai warisan budaya yang hidup atau living heritage. Langkah ini dilakukan melalui pelestarian situs secara menyeluruh dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

“Di relief Candi Borobudur, jumlahnya sangat banyak. Ini selaras dengan aspirasi kita menjadikan Borobudur sebagai living heritage yang harus direalisasikan, tentu dengan dukungan organisasi-organisasi Buddha dan masyarakat luas,” ujar Menteri Fadli Zon dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Minggu (3/5/2026).

Dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Menbud Fadli Zon melakukan diskusi mendalam dengan Bhante Pannavaro Mahathera. Keduanya membahas nilai-nilai ajaran Buddha serta simbolisme pada situs suci, termasuk urgensi Chattra bagi umat Buddha sebagai bentuk penghormatan, perlindungan, dan amalan tertinggi.

Selain membahas aspek historis, kunjungan tersebut bertujuan meninjau kesiapan Vihara Mendut dalam menyambut peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Mei 2026 mendatang.

Fadli Zon menjelaskan bahwa Vihara Mendut, yang terletak satu kawasan dengan Candi Mendut, memiliki nilai sejarah yang kuat. Pada tahun ini, bangunan peribadatan umat Buddha Mahayana tersebut genap berusia setengah abad.

“Vihara ini dibangun pada tahun 1976, dan pada 2026 ini tepat berusia 50 tahun. Saya mengapresiasi peran Bhante Pannavaro yang sejak awal telah menjadi pemimpin umat di vihara ini, sekaligus menyaksikan perkembangan dan menjaga nilai-nilai luhur yang ada,” tutur Menbud Fadli.

Lebih lanjut, Fadli menggarisbawahi bahwa Waisak bukan sekadar hari besar keagamaan, melainkan peristiwa kebudayaan penting yang merefleksikan perjalanan peradaban bangsa Indonesia.

“Waisak menjadi momentum untuk merenungkan kembali makna ajaran Dharma sebagai pedoman hidup menuju kebijaksanaan dan kasih sayang, sekaligus memperteguh toleransi, persatuan, serta kedamaian dalam masyarakat majemuk,” tambahnya.

Melalui agenda ini, Kementerian Kebudayaan menegaskan komitmennya untuk terus melakukan perlindungan, pengembangan, serta pemanfaatan kebudayaan. Pengelolaan living heritage diharapkan tidak hanya menjaga fisik bangunan, tetapi juga memberikan manfaat spiritual dan sosial bagi masyarakat luas. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Antara
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Magelang, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.