Anggota DPR Vita Ervina Sampaikan Duka Mendalam atas Gugurnya Sertu Ichwan
Gugurnya Sertu Ichwan, putra terbaik Magelang dalam misi perdamaian PBB, mengundang duka mendalam. DPR RI Vita Ervina kutuk keras serangan Israel dan desak langkah diplomatik tegas.
MAGELANG – Gugurnya Sersan Satu Ichwan atau Sertu Ichwan, prajurit penjaga perdamaian dunia yang bertugas di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), tuai banyak rasa haru.
Selain Bupati Magelang Grengseng Pamuji yang telah menyampaikan rasa dukanya, anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Daerah Pemilihan Jawa Tengah VI Vita Ervina juga mengungkap hal yang sama.
Vita menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnyaSertu Ichwan, prajurit penjaga perdamaian dunia yang bertugas di bawah bendera PBB.
Almarhum Sertu Ichwan, putra terbaik bangsa asal Deyangan, Kabupaten Magelang, gugur dalam menjalankan tugas mulia sebagai penjaga keamanan dan perdamaian dunia.
Pengabdiannya merupakan wujud nyata komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global.
“Saya, atas nama pribadi sebagai anggota DPR RI dan keluarga besar PDI Perjuangan, menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga besar almarhum Sertu Ichwan. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar Vita Ervina, melalui keterangan tertulisnya, Selasa (31/3/2026).
Lebih lanjut, Vita Ervina mengutuk keras serangan mematikan kedua yang dilancarkan oleh Israel di wilayah Lebanon, yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa, termasuk personel penjaga perdamaian.
“Serangan ini tidak dapat dibenarkan karena melanggar prinsip-prinsip kemanusiaan dan hukum internasional, serta mengancam stabilitas kawasan," imbuhnya.
Tiga prajurit Indonesia gugur dan mengalami luka-luka akibat dua serangan yang terjadi secara beruntun.
"Saya mengutuk keras aksi kekerasan tersebut dan mendesak semua pihak untuk menahan diri serta menghormati misi perdamaian yang dijalankan oleh pasukan PBB,” tegasnya.
Vita Ervina juga mendorong Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri untuk mengambil langkah diplomatik yang tegas, termasuk memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh personel TNI yang bertugas dalam misi perdamaian dunia.
Selain itu, ia juga meminta PBB untuk melakukan penyelidikan secara tuntas dan mendalam atas peristiwa serangan tersebut.
“Keselamatan prajurit kita adalah prioritas utama. Negara harus hadir memberikan perlindungan penuh dan memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang kembali,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Vita mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk turut mendoakan almarhum serta memperkuat solidaritas terhadap para penjaga perdamaian dunia.
“Pengorbanan almarhum adalah pengingat bagi kita semua akan pentingnya perdamaian. Mari kita jaga semangat kemanusiaan dan persatuan, baik di dalam negeri maupun dalam kontribusi Indonesia di tingkat global,” pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

