Anggota Komisi IX DPR RI Dorong Perluasan Program Makan Bergizi Gratis ke Wilayah 3T
Vita Ervina dari Komisi IX DPR RI mendorong perluasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke wilayah 3T untuk menekan angka stunting dan memastikan anak-anak di daerah terpencil mendapatkan gizi seimbang serta kesempatan pendidikan yang setara.
MAGELANG – Anggota Komisi IX DPR RI, Vita Ervina, menegaskan perlunya perluasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Pernyataan ini disampaikan saat sosialisasi program MBG di Deyangan, Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Sabtu (14/3/2026).
Menurut Vita, anak-anak di daerah terpencil membutuhkan perhatian serius agar tidak tertinggal dalam pemenuhan gizi. Program MBG sendiri bertujuan menekan angka stunting, memperkuat ketahanan pangan, serta mencetak generasi yang sehat dan cerdas.
“Anak-anak di wilayah 3T sering kali menghadapi kesulitan mendapatkan makanan bergizi seimbang. Jika tidak segera ditangani, hal ini bisa berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan. Saya berharap keadilan sosial bagi seluruh anak Indonesia bisa terpenuhi,” tegasnya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa prevalensi stunting di Indonesia pada 2023 masih 21,5 persen, lebih tinggi dibanding target pemerintah yang ingin menurunkannya hingga 14 persen pada 2024. Tantangan terbesar berada di wilayah 3T, di mana keterbatasan infrastruktur, akses kesehatan, dan distribusi pangan membuat anak-anak lebih rentan mengalami gizi buruk.
Program MBG diharapkan menjadi solusi nyata. Dengan menyediakan makanan bergizi gratis di sekolah, anak-anak tidak hanya mendapatkan asupan gizi yang cukup, tetapi juga dorongan untuk tetap bersekolah. Vita menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat agar program MBG benar-benar menjangkau pelosok negeri.
“Kita harus memastikan bahwa setiap anak Indonesia, di manapun mereka berada, memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh sehat dan cerdas,” tambahnya.
Jika program ini berjalan optimal, dampaknya tidak hanya pada penurunan stunting, tetapi juga peningkatan kualitas pendidikan. Anak-anak yang sehat akan lebih fokus belajar, sehingga berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.
Dengan dorongan DPR RI dan dukungan masyarakat, perluasan program MBG ke wilayah 3T diharapkan segera terealisasi. Pemerataan gizi menjadi kunci untuk menciptakan generasi emas Indonesia 2045.(*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

