Waspada Campak Saat Lebaran, Ini Etika Bertemu Bayi dan Balita
Lebaran identik dengan silaturahmi, namun kesehatan bayi dan balita sering terabaikan. Hindari mencium bayi sembarangan, jaga kebersihan tangan, dan waspadai penularan penyakit seperti campak yang masih tinggi di Indonesia.
JAKARTA – Lebaran selalu menjadi momen penuh kebahagiaan, silaturahmi, dan berkumpul bersama keluarga besar.
Namun, di balik suasana hangat itu, ada hal penting yang sering terlupakan yaitu, menjaga kesehatan bayi dan balita.
Sistem kekebalan tubuh anak kecil belum sekuat orang dewasa, sehingga mereka lebih rentan terhadap penyakit, termasuk campak yang bisa berakibat fatal.
Salah satu etika utama saat berlebaran adalah tidak sembarangan mencium bayi. Meski terlihat sebagai bentuk kasih sayang, tindakan ini dapat menularkan bakteri atau virus dari mulut orang dewasa ke kulit bayi, memicu terjadinya infeksi.
Selain itu, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer sebelum menyentuh anak adalah langkah sederhana namun krusial untuk mencegah penularan penyakit.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah tidak memberikan makanan atau minuman tanpa izin orang tua. Setiap bayi memiliki pola makan dan batasan tertentu yang sudah diatur oleh orang tuanya.
Memberikan makanan sembarangan bisa menimbulkan risiko alergi atau gangguan pencernaan. Begitu pula dengan larangan merokok di sekitar anak, karena asap rokok mengandung zat kimia berbahaya yang bisa mengganggu pernapasan dan meningkatkan risiko penyakit serius.
Selain itu, orang dewasa perlu menghargai batasan orang tua. Meminta izin sebelum berinteraksi dengan anak adalah bentuk penghormatan terhadap hak orang tua dalam menjaga kesehatan dan kenyamanan buah hati mereka.
Kelompok Rentan
Bayi, ibu hamil, lansia, dan orang dengan imun rendah, lebih mudah terpapar penyakit. Terlebih saat ini penyakit campak tengah merebak.
Campak bukan sekadar penyakit ringan, komplikasinya bisa berupa radang otak, gangguan janin, keguguran, hingga kematian janin. Pada bayi, campak dapat menyebabkan kondisi serius seperti neonatal measles (infeksi campak pada bayi) yang berisiko tinggi.
Melansir dari kemkes.go.id, data terbaru menunjukkan kasus campak di Indonesia masih tinggi. Sepanjang 2025 tercatat lebih dari 63.000 kasus suspek dengan 11.094 kasus terkonfirmasi dan 69 kematian.
Anak usia 1–9 tahun menjadi kelompok paling rentan, sehingga etika berlebaran yang menjaga kesehatan bayi dan balita semakin relevan.
Dengan memahami etika berlebaran ini, kita tidak hanya menjaga silaturahmi tetap hangat, tetapi juga melindungi generasi penerus dari ancaman kesehatan.
Lebaran seharusnya menjadi momen penuh kebahagiaan, bukan titik awal munculnya masalah kesehatan. Oleh karena itu, jadikan kepedulian terhadap bayi, balita, dan kelompok rentan sebagai bagian dari budaya berlebaran yang sehat dan penuh kasih. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

