Bootcamp Tani Merdeka Indonesia Sasar Santri Ponpes Selamat Kota Magelang
Ketua DPD TMI Kota Magelang, Sri Sumirat atau ChiChie, saat memberikan pengantar sebelum materi dimulai.(FOTO. Dok.TMI for TIMES INDONESIA)

Bootcamp Tani Merdeka Indonesia Sasar Santri Ponpes Selamat Kota Magelang

Melalui rangkaian pelatihan dan Bootcamp Petani Milenial yang digelar sejak Jum'at 23 hingga Minggu, 25 Januari 2026, di Pondok Pesantren Selamat, Kota Magelang.

TIMES Magelang,Minggu 25 Januari 2026, 18:34 WIB
5.6K
H
Hermanto

MAGELANGTantangan regenerasi petani di Indonesia direspon nyata oleh DPD Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kota Magelang.

Melalui rangkaian pelatihan dan Bootcamp Petani Milenial yang digelar sejak Jum'at 23 hingga Minggu, 25 Januari 2026, di Pondok Pesantren Selamat, Kota Magelang. Para santri dibekali kemampuan teknis pertanian, perkebunan dan perikanan modern sekaligus literasi digital.

Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Tengah, Wawan Pramono, menegaskan bahwa penguasaan teknologi adalah kunci utama menghadapi masa depan.

“Target kami di Jawa Tengah adalah memberikan dukungan penuh terhadap program ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto. Kami fokus menggenjot potensi komoditas yang melimpah yakni Ikan seperti Nila, lele, Guramai, Patin, Bawal, hingga Udang Air tawar,” ujar Wawan saat membuka acara.

Wawan juga menyoroti minimnya minat pemuda yang memicu krisis regenerasi. Baginya, jika tidak ada langkah masif, masa depan pangan akan terancam karena mayoritas petani saat ini sudah berusia lanjut.

article

Senada dengan hal tersebut, Ketua DPD TMI Kota Magelang, Sri Sumirat atau yang akrab disapa ChiChie, memetakan potensi lokal yang spesifik, seperti Magelang Utara sebagai sentra perikanan dan Magelang Tengah untuk jagung.

"Petani hari ini tidak cukup hanya bisa menanam dan panen. Mereka juga harus mampu bercerita, menyampaikan gagasan, dan menggerakkan orang lain lewat tulisan dan media," tegas ChiChie pada sesi pelatihan jurnalistik,

Pada kegiatan tersebut, TMI juga berkolaborasi dengan media MagelangRaya. Andy Gris Husodo dari MagelangRaya membagikan pengetahuannya tentang teknik wawancara dan fotografi agar para santri mampu mendokumentasikan gerakan mereka secara mandiri.

Andy menekankan pentingnya bagi generasi muda untuk menjadi subjek berita, bukan sekadar objek.

Seluruh materi yang didapatkan oleh oara santri, dipraktikkan pada hari Minggu. Di hari itu, semua santri dengan bimbingan dan arahan dari para anggota TMI mencoba mengaplikasikan berbagai materi yang sudah didapat sebelumnya.

Sementara itu, Kyai Haji Abdurrosyid, pendiri dan pengasuh utama pondok ini mengatakan bahwa pertanian bukan sekadar urusan perut, melainkan bentuk ibadah yang nyata. Ia menjelaskan bahwa bertani adalah salah satu cara mencintai Sang Pencipta dan Rasul-Nya secara produktif.

Menurutnya, berzikir tidak cukup hanya di lisan, tetapi harus mewujud dalam tindakan yang menyejahterakan umat. “Bertani adalah salah satu mewujudkan bukti keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya," terang Abdurrasyid. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Hermanto
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Magelang, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.