Jejak Terakhir Rowiyanto: Kronologi dan Teka-teki Menghilangnya Kepala Desa Sambeng Magelang
Kepala Desa Sambeng, Rowiyanto, menghilang sejak awal Desember 2025 usai menolak tambang untuk Tol Jogja–Bawen. Warga gelisah, doa digelar, sanksi administratif mengancam.
MAGELANG – Teka-teki mengenai keberadaan Kepala Desa Sambeng, Kecamatan Borobudur, Rowiyanto, hingga kini masih menyelimuti warga Sambeng, Kabupaten Magelang.
Terhitung sejak awal Desember 2025, pemimpin desa di salah satu kawasan penyangga wisata Candi Borobudur tersebut dilaporkan menghilang tanpa jejak, meninggalkan tanda tanya besar terkait alasan di balik kepergiannya yang mendadak.
Kronologi dan Jejak Terakhir
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Rowiyanto terakhir kali terlihat oleh publik pada Jumat, 5 Desember 2025. Saat itu, ia menghadiri sebuah agenda resmi yakni, peletakan batu pertama pembangunan Koperasi Merah Putih di desanya.
Penampilan publik terakhirnya tersebut tampak normal, tanpa ada gelagat yang mencurigakan bagi staf desa maupun warga yang hadir.
Namun, sehari sebelum menghilang, Rowiyanto diketahui cukup aktif dalam pertemuan warga yang membahas isu sensitif, yakni penolakan rencana penambangan tanah uruk untuk proyek strategis nasional Jalan Tol Jogja-Bawen.

Hal inilah yang kemudian memicu spekulasi liar di tengah masyarakat, meski hingga kini belum ada bukti valid yang mengaitkan hilangnya sang Kades dengan isu agraria tersebut.
Salah satu warga setempat yang enggan disebut namanya menuturkan, kemungkinan sang kepala desa menghilang karena menghindari tekanan yang ada.
"Pastinya memang kita tidak tahu, tapi kemungkinan beliau menghindar untuk menenangkan diri," ucapanya kepada TIMES Indonesia, Rabu (11/2/2026).
Warga desa Sambeng juga mengadakan kegiatan keagamaan, terkait persolan yang tengah mereka hadapi.
"Tadi malam hampir seluruh warga desa Sambeng yang terdiri dari 6 dusun, mengadakan pengajian untuk keselamatan kepala desa, seluruh warga desa, dan desa kami, agar penambangan yang akan dilakukan di desa kami tidak jadi dilaksanakan," ucapnya berharap.
Sementara itu upaya pencarian yang dilakukan oleh pihak keluarga maupun perangkat desa menemui jalan buntu. Ponsel milik Rowiyanto dalam status tidak aktif sejak ia menghilang. Pesan singkat yang dikirimkan melalui aplikasi WhatsApp hanya menunjukkan notifikasi satu centang, mengindikasikan bahwa perangkat komunikasinya sengaja dimatikan atau berada di luar jangkauan sinyal dalam waktu lama.
Pihak Camat Borobudur juga telah bergerak cepat dengan melayangkan surat teguran resmi. Tercatat, hingga Februari 2026, sudah dua surat teguran administratif yang dikirimkan ke kediaman Rowiyanto.
Sesuai aturan yang berlaku, ketidakhadiran seorang kepala desa dalam menjalankan tugas tanpa alasan yang jelas dapat berujung pada sanksi berat, termasuk pemberhentian tetap oleh Bupati Magelang jika batas waktu yang ditentukan telah terlewati.
Bukan Kejadian Pertama
Menariknya, peristiwa menghilangnya Rowiyanto bukanlah kali pertama terjadi. Pada tahun 2024 silam, ia sempat dikabarkan hilang selama satu bulan sebelum akhirnya kembali muncul ke publik.
Saat itu, alasan yang dikemukakan cukup eksentrik, di mana ia mengaku melakukan perjalanan spiritual demi "menyelamatkan Indonesia". Namun, kali ini kepergiannya terasa lebih serius karena durasi waktu yang lebih lama dan adanya sanksi administratif yang membayangi.
Meskipun pucuk pimpinan menghilang, Sekretaris Desa Sambeng memastikan bahwa pelayanan administrasi dan roda pemerintahan desa tetap berjalan normal demi melayani kebutuhan masyarakat. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.


