Primadona Takjil Ramadan: Mengupas Manfaat Sehat di Balik Kenyalnya Kolang-Kaling
TIMES Magelang/Kolak Kolang-kaling, menu takjil yang mudah didapatkan namun kaya akan manfaat.

Primadona Takjil Ramadan: Mengupas Manfaat Sehat di Balik Kenyalnya Kolang-Kaling

Kolang-kaling, primadona takjil Ramadan: kaya air dan serat, bantu rehidrasi, cegah sembelit, dan jaga tulang-sendi jika diolah dengan gula secukupnya.

TIMES Magelang,Kamis 5 Maret 2026, 15:35 WIB
209
H
Hermanto

MAGELANGBulan suci Ramadan selalu identik dengan beragam tradisi kuliner yang menggugah selera. Di antara deretan menu takjil yang tersaji di meja makan, ada satu bahan yang seolah menjadi primadona wajib, kolang-kaling.

Buah bertekstur kenyal, berwarna putih transparan, dan berbentuk oval ini selalu laris manis diburu masyarakat menjelang waktu berbuka puasa. 

Popularitasnya bukan sekadar karena kelezatannya saat berpadu dengan manisnya kuah kolak atau segarnya es buah. 

Lebih dari itu, biji dari pohon aren (Arenga pinnata) ini menyimpan segudang nutrisi yang sangat dibutuhkan tubuh selama menjalankan ibadah puasa.

Merangkum dari berbagai sumber, secara medis dan nutrisi, kolang-kaling merupakan pilihan takjil yang sangat ideal. 

Setelah berjam-jam menahan lapar dan haus, tubuh membutuhkan asupan, bukan hanya makanan namun juga air yang mampu mengembalikan cairan secara cepat.

article
Merendam Kolang-kaling adalah cara untuk menjaga agar kualitasnya tidak berubah.

Kolang-kaling menjawab kebutuhan tersebut, karena memiliki kadar air yang sangat tinggi, yakni mencapai sekitar 93 persen. 

Mengonsumsinya saat berbuka sangat efektif untuk merehidrasi tubuh dan menghilangkan dahaga secara instan.

Selain masalah cairan, gangguan pencernaan seperti sembelit kerap menjadi keluhan utama selama berpuasa akibat perubahan pola makan.

Di sinilah kolang-kaling memainkan peran pentingnya. Buah ini kaya akan serat pangan kasar yang berfungsi melancarkan pergerakan usus dan mencegah konstipasi (sembelit).

Kandungan serat ini juga memberikan efek kenyang yang lebih tahan lama, sehingga membantu mengontrol nafsu makan agar kita tidak kalap saat menyantap hidangan utama.

Tidak berhenti di urusan hidrasi dan pencernaan, kolang-kaling juga dikenal baik untuk kesehatan tulang dan sendi.

Buah ini mengandung kalsium dan fosfor, serta senyawa galaktomanan yang memiliki sifat analgesik atau pereda nyeri. 

Mengonsumsi kolang-kaling dipercaya dapat membantu meredakan gejala radang sendi dan menjaga kepadatan tulang, menjadikannya camilan yang bersahabat bagi berbagai rentang usia.

Meski kaya akan manfaat, masyarakat tetap perlu bijak dalam mengolahnya. Karena rasa aslinya yang tawar, kolang-kaling sering dimasak dengan sirup manis, gula merah, atau santan kental yang berlebihan. 

Lebih dari itu, agar manfaat kesehatannya dapat terserap maksimal tanpa memicu lonjakan gula darah, disarankan untuk mengolahnya dengan pemanis alami secukupnya.

Di balik kekenyalannya yang memanjakan lidah, kolang-kaling adalah wujud harmoni antara tradisi kuliner Ramadan dan kekayaan nutrisi alam yang menjaga tubuh tetap bugar.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Hermanto
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Magelang, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.