TIMES MAGELANG, JAKARTA – Di era digital saat ini, game online telah menjadi bagian tak terpisahkan dari dunia bermain anak-anak. Meski dapat melatih kreativitas dan koordinasi, penggunaan yang tidak terkontrol berisiko menimbulkan adiksi atau kecanduan. Peran orang tua sangat krusial bukan untuk "melarang", melainkan untuk memandu anak agar memiliki hubungan yang sehat dengan teknologi.
Berikut adalah langkah-langkah strategis yang dapat diterapkan orang tua untuk mencegah kecanduan game online:
1. Tetapkan Aturan Waktu yang Jelas (Screen Time)
Langkah awal yang paling mendasar adalah menetapkan durasi bermain. Berikan batasan waktu yang disepakati bersama, misalnya maksimal 1 jam pada hari sekolah dan sedikit kelonggaran di akhir pekan. Pastikan anak menyelesaikan kewajibannya, seperti pekerjaan rumah dan ibadah, sebelum diperbolehkan menyentuh gawai.
2. Letakkan Gawai di Ruang Terbuka
Hindari membiarkan anak bermain game di dalam kamar tertutup dalam waktu lama. Letakkan konsol atau komputer di ruang keluarga. Dengan begitu, orang tua dapat memantau jenis permainan yang dimainkan serta interaksi anak di dunia maya tanpa harus terkesan memata-matai.
3. Kenalkan Beragam Aktivitas Alternatif
Anak sering kali lari ke game online karena merasa bosan. Bantu mereka menemukan hobi baru di dunia nyata, seperti olahraga, bermain alat musik, atau membaca buku. Aktivitas fisik di luar ruangan sangat efektif untuk menyeimbangkan hormon dopamin yang biasanya didapat anak secara instan dari game.
4. Jadilah Teladan dalam Penggunaan Teknologi
Anak adalah peniru yang ulung. Jika orang tua terus-menerus terpaku pada ponsel di depan anak, mereka akan menganggap perilaku tersebut normal. Terapkan waktu "bebas gawai" untuk seluruh anggota keluarga, misalnya saat makan bersama atau satu jam sebelum tidur, untuk meningkatkan kualitas komunikasi tatap muka.
5. Berikan Edukasi, Bukan Sekadar Larangan
Alih-alih hanya memarahi, ajaklah anak berdiskusi mengenai dampak negatif terlalu banyak bermain game, seperti kesehatan mata, pola tidur yang terganggu, hingga risiko bertemu orang asing yang berniat jahat di fitur chat. Jika anak memahami "mengapa" mereka dibatasi, mereka akan lebih cenderung mengikuti aturan dengan sadar. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: 5 Strategi Efektif Mencegah Kecanduan Game Online pada Anak
| Pewarta | : Deasy Mayasari |
| Editor | : Deasy Mayasari |