Muslimat NU Kota Magelang Perkuat Khidmah, 500 Orang Hadiri Pelantikan Pengurus dan Peringatan Isra Mi’raj
PC Muslimat NU Kota Magelang melantik pengurus PAC, PR, dan PAR serentak dengan peringatan Isra Mi’raj 2026. Dengan tema 'Menguatkan Khidmah, Menebar Manfaat', organisasi perkuat peran perempuan dalam sosial dan ekonomi umat.
MAGELANG – Pimpinan Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama (PC Muslimat NU) Kota Magelang melantik pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC), Pimpinan Ranting (PR), dan Pimpinan Anak Ranting (PAR) Muslimat NU se-Kota Magelang sekaligus menggelar Akhirussanah dan Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Sabtu (31/1/2026), di Gedung Wanita Kota Magelang. Kegiatan ini dihadiri sekitar 500 peserta dan tamu undangan dari unsur pemerintah, legislatif, TNI-Polri, serta tokoh NU.
Acara yang dimulai pukul 06.30 WIB tersebut merupakan bagian dari program kerja PC Muslimat NU Kota Magelang tahun 2026. Sejumlah pejabat hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Wali Kota dan Wakil Wali Kota Magelang beserta istri, Ketua DPRD Kota Magelang, Kapolres Magelang Kota, jajaran anggota DPRD Fraksi PKB, Kepala Kesbangpol, Kepala Kemenag Kota Magelang, Ketua PC NU dan Rais Syuriyah PC NU Kota Magelang, serta para camat se-Kota Magelang.
Ketua PC Muslimat NU Kota Magelang, Hj. Watinah, menyampaikan bahwa pelantikan pengurus yang dirangkai dengan peringatan Isra Mi’raj merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh komitmen dan keikhlasan. Mengusung tema “Menguatkan Khidmah, Menebar Manfaat”, Muslimat NU bertekad menghadirkan peran nyata perempuan dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial-keagamaan, serta pemberdayaan ekonomi umat.
“Nilai-nilai Isra Mi’raj kami jadikan penguat untuk menghadirkan khidmah nyata melalui peran perempuan, sehingga Muslimat NU benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat dan menjadi Izzatul Islam,” ujar Hj. Watinah.

Wali Kota Magelang, Damar Prasetya, yang diwakili Staf Ahli Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan Kota Magelang, Hadi Sutopo, mengucapkan selamat dan sukses atas pelantikan pengurus Muslimat NU. Ia mengapresiasi dedikasi Muslimat NU dalam pengabdian sosial dan kesejahteraan masyarakat.
“Muslimat NU membawa kemaslahatan umat dan kemajuan keluarga. Pengabdian ini bukan tugas yang ringan, namun dengan keikhlasan, Muslimat NU akan terus menjadi kekuatan sosial yang membawa kesejahteraan jamaah serta nilai-nilai Islam,” kata Hadi Sutopo.
Ia juga menegaskan bahwa pembangunan Kota Magelang memerlukan kolaborasi kuat antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan. Pemerintah Kota Magelang, lanjutnya, membuka peluang kerja sama yang inklusif dan dialog konstruktif dengan Muslimat NU sebagai organisasi besar yang berperan dalam pembinaan sosial, perlindungan keluarga, dan penguatan nilai keagamaan.
Rangkaian acara ditutup dengan pengajian Isra Mi’raj yang disampaikan oleh Nyai Siti Khofsoh Muarofah. Dalam tausiyahnya, ia menjelaskan bahwa shalat yang dilakukan umat Islam sehari-hari sejatinya merupakan pengulangan peristiwa Isra Mi’raj, khususnya pada bacaan tahiyat yang merepresentasikan dialog agung antara Nabi Muhammad SAW dan Allah SWT di Sidratul Muntaha.
“Posisi duduk tahiyat adalah bentuk penghormatan tertinggi, mereplikasi momen perjumpaan paling agung antara Sang Pencipta dan utusan-Nya,” jelasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.


