Pahala Tarawih Malam ke-22 Ramadan, Dijanjikan Selamat dari Kegelisahan saat Kiamat
Orang yang istiqamah menunaikan tarawih pada malam ke-22 Ramadan digambarkan akan memperoleh ketenangan ketika manusia lain diliputi rasa takut pada hari kiamat.
JAKARTA – Orang yang melaksanakan shalat tarawih pada malam ke-22 Ramadan dijanjikan keselamatan dari rasa susah dan kebingungan ketika hari kiamat datang.
Keterangan itu seperti tercantum dalam kitab Durrat al-Nasihin fi al-Wa’zhi wa al-Irsyad karya Syekh Umar bin Hasan bin Ahmad al-Syakir al-Khaubari.
Dalam kitab tersebut dijelaskan keutamaan tarawih pada setiap malam Ramadan, termasuk malam ke-22.
Disebutkan bahwa orang yang menunaikan salat tarawih pada malam ke-22 akan datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari berbagai kegelisahan.
وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّانِيَةِ وَالْعِشْرِيْنَ جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ آمِنًا مِنْ كُلِّ غَمٍّ وَهَمٍّ
Artinya: “Pada malam kedua puluh dua, ia akan datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari segala kesusahan dan kebingungan.”
Ulama kerap menjelaskan bahwa frasa “ghamm” dan “hamm” dalam teks tersebut merujuk pada dua bentuk kegelisahan.
Ghamm dimaknai sebagai kesedihan yang menekan hati, sedangkan hamm adalah kegundahan atau kecemasan yang menggelisahkan pikiran.
Dengan kata lain, orang yang istiqamah menunaikan tarawih pada malam ke-22 Ramadan digambarkan akan memperoleh ketenangan ketika manusia lain diliputi rasa takut pada hari kiamat.
Karena itu, banyak ulama menganjurkan umat Islam untuk menjaga konsistensi salat tarawih sepanjang Ramadan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


