Sedimentasi Kali Bening Magelang Kian Parah, PPKM Gelar Aksi Simbolik
Salah satu anggota PPKM saat menanam pohon Ketela, sebagai bentuk protes terhadap pemerintah yang dianggap lambat dalam mengatasi kerusakan kali yang ada di Magelang. (FOTO; Hermanto/ TIMES Indonesia)

Sedimentasi Kali Bening Magelang Kian Parah, PPKM Gelar Aksi Simbolik

PPKM Magelang menanam ketela di sedimentasi Kali Bening sebagai aksi simbolik menjaga sungai. Mereka mengajak pemerintah dan warga gotong royong mencegah banjir dan kerusakan lingkungan.

TIMES Magelang,Sabtu 16 Mei 2026, 16:36 WIB
775
H
Hermanto

MAGELANGPaguyuban Peduli Kali Magelang (PPKM) Magelang menyoroti masalah sedimentasi Kali Bening dengan aksi simbolik menanam ketela. 

Aksi ini menjadi bentuk protes kreatif sekaligus ajakan gotong royong agar pemerintah dan masyarakat bersama-sama menjaga aliran sungai demi mencegah banjir dan kerusakan lingkungan.

Dalam aksi yang digelar Sabtu (16/5/2026), mereka menanam pohon ketela di atas tumpukan sedimentasi di kawasan Cawang, sebagai simbol protes sekaligus ajakan untuk peduli lingkungan.

Koordinator aksi, Nana Paundra, menegaskan bahwa sedimentasi yang semakin tinggi berpotensi menghambat aliran sungai. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa memicu banjir saat musim hujan.

 “Masalah sungai tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Momentum kemarau harus dimanfaatkan untuk kerja bakti bersama membersihkan aliran sungai,” ujarnya.

PPKM juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat untuk turut serta menjaga sedimentasi ini. Menurut Nana, kerja bakti rutin di musim kemarau dapat mengurangi risiko bencana.

 Ia juga mendorong pemerintah untuk mengoptimalkan sumber daya, termasuk penggunaan alat berat, agar normalisasi sungai lebih cepat.

Dalam kesempatan itu, PPKM mengapresiasi berbagai kegiatan seperti Merti Kali dan aksi bersih sungai pada Hari Kesiapsiagaan Bencana. Namun, mereka menilai upaya tersebut perlu keberlanjutan dan kolaborasi lintas pihak. 

“Penanaman ketela ini adalah pengingat bahwa persoalan lingkungan butuh aksi nyata dan berkelanjutan,” tegas Nana.

"Sebenarnya ini aksi spontan saja, kita dari PPKM dan beberapa teman relawan dari Garanat dan Rescue juga ikut terlibat," pungkasnya.

Sedimentasi sungai di Magelang bukan hanya soal teknis, tetapi juga menyangkut keberlanjutan ekosistem. Data Dinas Lingkungan Hidup menunjukkan bahwa sedimentasi di beberapa titik Kali Bening meningkat akibat erosi lahan dan sampah rumah tangga. Jika tidak ditangani, lebih dari 3.600 hektare sawah di Kabupaten dan Kota Magelang terancam kekurangan pasokan air.

PPKM berharap aksi simbolik ini menjadi pemicu kesadaran kolektif. Dengan gotong royong, normalisasi sungai bisa berjalan lebih efektif. Pemerintah daerah pun diharapkan menindaklanjuti dengan program berkelanjutan, seperti rehabilitasi lahan hulu dan edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga sungai. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Hermanto
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Magelang, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.