Ribuan Santri Ramaikan Kopdar Akbar Fatwa Kehidupan ke-9 di Magelang
Ribuan Santri Fatwa Kehidupan memadati GOR Pakubumi Magelang dalam Kopdar Akbar ke-9, mempererat robithoh dan memperdalam perjalanan ruhani bersama Abah Guru Syekh Muhammad Zuhri.
MAGELANG – Magelang menjadi saksi bisu kehangatan spiritualitas, saat ribuan Santri Fatwa Kehidupan (SanFK) memadati GOR Pakubumi pada Jumat hingga Minggu, 8-10 Mei 2026.
Gelaran akbar bertajuk Kopdar Akbar Fatwa Kehidupan Ke-9 ini berlangsung khidmat dengan mengusung tema mendalam, "Menggapai Kesempurnaan Ruhani dengan Menebarkan Cinta dan Kasih Sayang".
Di bawah naungan langit Magelang yang sejuk, para santri yang datang dari berbagai pelosok Nusantara hingga mancanegara seperti Malaysia, berkumpul dengan satu tujuan, mempererat ikatan batin (robithoh) serta mereguk nasihat ketuhanan langsung dari sang guru, Abah Guru Syekh Muhammad Zuhri.
Pemilihan GOR Pakubumi sebagai titik pusat kegiatan memberikan nuansa tersendiri bagi para pejalan ruhani ini.
Di lokasi yang luas dan representatif, rangkaian acara mengalir dengan harmoni, mulai dari pembacaan selawat hadroh yang menggetarkan jiwa, hingga puncaknya pada mauidhoh hasanah oleh Abah Guru Syekh Muhammad Zuhri.
Dalam perspektif tasawuf yang menjadi dasar Fatwa Kehidupan, pertemuan ini bukan sekadar tatap muka fisik, melainkan sebuah proses penyucian jiwa melalui cermin kasih sayang sesama makhluk Tuhan.
Semangat kemanusiaan dan filantropi terpancar jelas dari sistem penyelenggaraan yang mandiri, demi menjaga kemurnian niat para peserta dalam mencari rida Ilahi.

Ketua Panitia Kopdar Akbar Ke-9, Adi Abdillah, mengungkapkan rasa syukur mendalam atas suksesnya perhelatan yang menyatukan hati puluhan ribu santri ini.
"Kami melihat betapa kerinduan santri terhadap guru dan saudara seperguruan menjadi energi yang luar biasa, sehingga acara ini bisa berjalan mandiri dan penuh kekeluargaan tanpa kendala berarti," ujar Adi Abdillah disela-sela acara pada Sabtu (9/5/2025).
Ia menambahkan, bahwa pemilihan waktu setelah Idul Fitri ini memang disengaja untuk menangkap momentum kemenangan ruhani setelah sebulan penuh berpuasa di bulan ke-9 kalender Hijriah.
"Kopdar Akbar kali ini benar-benar menjadi wadah bagi kami untuk menunjukkan bahwa belajar ilmu Ketuhanan harus berdampak nyata pada indahnya akhlak dan kasih sayang di tengah masyarakat luas," imbuhnya.
Suasana haru dan bahagia terlihat kental menyelimuti wajah para santri saat mereka berjabat tangan dan berpelukan, salah satu ciri khas SanFK, saat mereka bertemu satu dengan yang lainnya.
Kehadiran para tokoh penting seperti para Letnan dan Pengurus Pusat Yayasan Padepokan Fatwa Kehidupan kian melengkapi kebahagiaan para SanFK yang hadir.
Pertemuan tersebut seolah membuktikan bahwa di tengah arus modernitas, dahaga manusia akan nilai-nilai spiritualitas yang inklusif dan penuh cinta universal, tetap menjadi daya tarik yang tak kunjung padam.
Magelang, dengan sejarah kewalian dan keindahan alamnya, telah sukses menjadi tuan rumah yang ramah bagi para pencari kesempurnaan ruhani di tahun 2026 ini. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

