Kisah Hendra, Siswa SMPN 4 Magelang yang Lolos ke Olimpiade Bahasa Inggris Tingkat Nasional
Hendra juga terpilih menjadi salah satu dari tiga perwakilan pelajar dari Kota Magelang yang akan melangkah ke Grand Final tingkat nasional.
MAGELANG – Kebahagiaan terpancar dari pasangan asal Kota Magelang, Nur Huda dan Mukti Margiasih saat mengetahui putra mereka, Hendra Cahya Pratama (13) berhasil menorehkan prestasi di bidang akademik.
Siswa kelas 7 SMP Negeri 4 Magelang itu berhasil masuk 10 besar dalam Olimpiade Kurva Nusantara Bahasa Inggris, tingkat SMP/MTs pada babak penyisihan tingkat Kota Magelang.
Tak berhenti di situ, Hendra juga terpilih menjadi salah satu dari tiga perwakilan pelajar dari Kota Magelang yang akan melangkah ke Grand Final tingkat nasional.
Ajang tersebut dijadwalkan berlangsung bulan depan di Surabaya, Jawa Timur, mempertemukan peserta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.
Bagi orang tuanya, capaian ini terasa istimewa sekaligus di luar dugaan. Mereka mengaku sejak awal hanya ingin memberikan ruang bagi anaknya untuk berkembang tanpa tekanan berlebihan.
“Lomba ini kami anggap sebagai sarana belajar saja, untuk membangun mental dan rasa percaya diri,” ungkap Nur Huda saat ditemui di kediamannya, Desa Kembangkuning, Kecamatan Windusari, Rabu (29/4/2026).
Menurutnya, kemampuan Hendra dalam bahasa Inggris bukanlah hasil instan. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, ia sudah menunjukkan ketertarikan pada bahasa asing tersebut.
Bahkan, sebagian besar proses belajarnya dilakukan secara otodidak dan mandiri. “Dia belajar sendiri, banyak belajar dari komputer. Dari situ dia terbiasa dan terus berkembang,” ungkap Huda.
Kebiasaan itu kini menjadi bagian dari keseharian Hendra. Di rumah, ia kerap menggunakan bahasa Inggris saat berbincang dengan kedua orang tuanya.
Momen ini tak jarang menjadi pengalaman unik sekaligus menghibur bagi keluarga. “Sering ngobrol pakai bahasa Inggris, malah saya yang kadang tidak paham,” ujar Huda sambil tersenyum.
Di balik prestasi tersebut, dukungan keluarga menjadi fondasi utama. Nur Huda menegaskan bahwa dirinya bersama keluarga selalu berupaya memberikan motivasi, fasilitas belajar, hingga pendampingan agar Hendra bisa terus berkembang.
Komunikasi dengan pihak sekolah juga dijaga agar proses belajar berjalan maksimal.
Kedua orangtuanya juga menanamkan nilai penting kepada anaknya bahwa, keberhasilan tidak hanya diukur dari hasil akhir, melainkan dari proses yang dilalui.
“Yang terpenting itu prosesnya. Sejauh mana dia berusaha dan belajar, itu yang kami hargai,” tegasnya.
Keikutsertaan Hendra dalam Olimpiade Kurva Nusantara menjadi bukti bahwa semangat belajar mandiri dan konsistensi dapat membuka peluang besar bagi pelajar, bahkan dari daerah.
Ajang seperti ini juga menjadi wadah penting untuk mengasah kemampuan sekaligus meningkatkan kepercayaan diri siswa di tingkat nasional.
Menjelang Grand Final, Hendra mengaku siap memberikan yang terbaik. Ia membawa harapan besar untuk mengharumkan nama sekolah dan daerahnya.
Sementara itu, kedua orang tuanya hanya berharap anaknya dapat menjalani proses ini dengan maksimal, tanpa kehilangan semangat belajar.
“Semoga apa yang dicita-citakan bisa tercapai. Kami akan terus mendukung dan mendoakan, mudah-mudahan Hendra bisa meraih hasil terbaik di tingkat nasional,” tutup Nur Huda.
Prestasi ini menjadi inspirasi bahwa dengan dukungan lingkungan, ketekunan, serta kemauan belajar yang kuat, pelajar muda mampu bersaing dan menunjukkan kualitasnya di panggung yang lebih luas. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

