https://magelang.times.co.id/
Berita

Mie Ayam dan Bakso Mas Aco Magelang, Racikan Nendang Sejak 2018 yang Tak Pernah Sepi Pengunjung

Jumat, 09 Januari 2026 - 00:58
Mie Ayam dan Bakso Mas Aco Magelang, Racikan Nendang Sejak 2018 yang Tak Pernah Sepi Pengunjung Hasan Ashari atau yang akrab disapa mas Aco, saat meracik mie ayam untuk pelanggannya. (FOTO: Hermanto/ TIMES Indonesia)

TIMES MAGELANG, MAGELANG – Di tengah ramainya persaingan kuliner di Kota Magelang, Mie Ayam dan Bakso Mas Aco hadir sebagai salah satu kedai yang mampu mempertahankan cita rasa sekaligus pelanggan setianya.

Berlokasi di Jalan Mayjen Sutoyo, Cacaban, tepat di depan SPBU, kedai sederhana ini justru dikenal memiliki rasa yang “nendang” dan menggigit, membuat siapa pun ingin kembali mencicipinya.

Pemilik Mie Ayam dan Bakso Mas Aco adalah, Hasan Ashari, pria kelahiran Magelang, 10 September 1994. Sebelum terjun ke dunia usaha, Hasan pernah menimba ilmu agama di Pondok Pesantren Manba’ul Ulum Hajasi, Batu, Malang, Jawa Timur. 

Pengalaman merantau inilah yang kelak mengantarkannya memulai usaha mie ayam pertama kali pada tahun 2018 di Malang, kemudian berpindah ke Grabag, Kabupaten Magelang, pada 2019 dan akhirnya menetap serta berkembang di Magelang sejak 2022 hingga sekarang.

Bakso-Mas-aco-1.jpgKedai Mie ayam mas Aco, meski sederhana namun tak pernah sepi pengunjung. (FOTO: Hermanto/ TIMES Indonesia)

Keahlian meracik mie ayam tidak datang secara instan. Hasan mengaku belajar langsung dari seorang teman di Gedanganak, Ungaran Timur. Dari situlah ia mulai meramu resep hingga menemukan cita rasa khas yang kini menjadi andalan kedainya.

Dalam sehari, rata-rata 40 pengunjung datang menikmati sajian Mas Aco, dengan jumlah penjualan mencapai sekitar 60 mangkuk per hari.

Pelanggannya pun beragam, mulai dari pelajar SMA, mahasiswa, karyawan, hingga driver ojek online yang kerap singgah untuk mengisi tenaga.

Menu yang ditawarkan cukup lengkap dan ramah di kantong. Mulai dari mie ayam dengan topping bakso, kulit, dan ceker, hingga bakso halus, bakso urat, dan bakso isi daging, dengan harga mulai dari Rp10.000-an. 

Kedai ini buka setiap hari pukul 11.00 hingga 20.00 WIB. Untuk melayani para pelanggannya, Hasan dibantu sang istri, Anti Kunti.

Dalam menjalankan usaha, tantangan terbesar yang dihadapi Hasan adalah, kenaikan harga bahan pokok, terutama ayam dan aneka rempah.

Meski demikian, ia tetap berusaha menjaga kualitas rasa agar pelanggan tetap puas. Untuk membantu pemasaran ia lakukan secara mandiri melalui WhatsApp, Instagram, Facebook, dan TikTok. Dengan cara ini ia merasakan cukup efektif untuk mengenalkan mie ayam dan bakso yang ia jajakan.

Bakso-Mas-aco-2.jpgMie ayam toping ceker, salah satu menu yang menjadi favorit para pelanggan. (FOTO: Hermanto/ TIMES Indonesia)

Bagi Hasan, berdagang bukan sekadar mencari keuntungan. Ada kepuasan tersendiri yang ia dapatkan.

"Rasanya senang saat melihat pembeli menghabiskan mie ayam hingga kuahnya tanpa sisa," aku Hasan kepada TIMES Indonesia, Kamis (8/1/2026). Selain itu, ia juga senang karena merasa mempunyai banyak teman.

“Tambah saudara dan teman,” itulah suka duka yang paling ia rasakan," imbuh Hasan di sela-sela kesigapanny meladeni para pelanggannya. 

Meski belum tergabung dalam UMKM setempat, Hasan pernah menerima bantuan pemerintah berupa uang sebesar Rp1.100.000 pada tahun 2020 di Grabag, yang saat itu sangat membantu keberlangsungan usahanya.

Dengan rasa yang konsisten dan cerita perjuangan yang inspiratif, Mie Ayam dan Bakso Mas Aco bukan sekadar tempat makan, tetapi juga potret ketekunan seorang anak muda dalam mengejar rezeki dan baktinya kepada orang tua, karena dibalik kerja kerasnya, tersimpan cita-cita mulia yaitu, memberangkatkan sang ibu untuk umrah dan haji. (*)

Pewarta : Hermanto
Editor : Hendarmono Al Sidarto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Magelang just now

Welcome to TIMES Magelang

TIMES Magelang is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.